Fakta Menarik di Balik Penulisan Drama Romeo dan Juliet

Drama terkenal “Romeo dan Juliet” yang sering dikaitkan dengan William Shakespeare ternyata memiliki sejarah yang lebih kompleks. Meskipun Shakespeare dikenal luas sebagai penulis drama ini, kisah tragis tentang sepasang kekasih tersebut ternyata tidak sepenuhnya karya asli Shakespeare.

Sejarah mencatat bahwa cerita dasar “Romeo dan Juliet” sudah ada jauh sebelum Shakespeare versi menulisnya pada akhir abad ke-16. Kisah ini berasal dari cerita-cerita yang tersebar di Italia. Salah satu versi paling awal ditulis oleh Masuccio Salernitano pada tahun 1476, dalam bukunya “Il Novellino”. Kemudian, versi lain yang lebih dikenal adalah karya Luigi Da Porto pada tahun 1530 yang memperkenalkan nama Romeo dan Giulietta.

Pada tahun 1562, Arthur Brooke menerjemahkan cerita ini ke dalam bahasa Inggris dengan judul “The Tragical History of Romeus and Juliet”. Karya Brooke ini dianggap sebagai sumber utama yang menginspirasi Shakespeare. Dengan menggunakan dasar cerita ini, Shakespeare kemudian menulis “Romeo and Juliet” dengan gaya dan karakteristik khasnya yang kaya akan puisi dan emosi.

Fakta bahwa Shakespeare tidak sepenuhnya menciptakan cerita ini dari awal, tetapi mengadaptasi dari karya-karya sebelumnya, menunjukkan bagaimana proses kreatif sastra seringkali melibatkan inspirasi dan modifikasi dari karya yang sudah ada. Meskipun demikian, kontribusi Shakespeare dalam membentuk cerita ini menjadi salah satu drama paling terkenal dan dicintai sepanjang masa tidak dapat diabaikan.

Kisah cinta “Romeo dan Juliet” tetap menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam dunia sastra, yang menggambarkan cinta,