The Role of Missionaries and the Church in Encyclopaedia in Indonesia

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), 22 April 2024 – Dalam rangka pengembangan kajian bahasa di Indonesia, Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga menyelenggarakan kuliah khusus dengan tema “Peran Misionaris dan Gereja dalam Tradisi Perkamusan di Indonesia”. Acara yang digelar melalui platform Zoom ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, alumni, dan pihak terkait.

Kuliah ini dipimpin oleh Dr. Suryadi, seorang pakar dalam bidang tradisi lisan, kesusastraan Melayu klasik, sastra Indonesia modern, serta budaya media dari Leiden University. Dalam kuliah tersebut, Dr. Suryadi menjelaskan tentang peran misionaris dan gereja dalam mengembangkan tradisi perkamusan bahasa-bahasa daerah di Indonesia.

Dalam sejarah kajian bahasa di Indonesia, peran misionaris dan gereja memiliki dampak yang signifikan. Sejak zaman kolonial, sejumlah penginjil Eropa telah membawa misi penginjilan dan mengembangkan tradisi perkamusan bahasa daerah. Dr. Suryadi menyampaikan bahwa tradisi ini tidak hanya terbatas pada zaman kolonial, tetapi juga berlanjut hingga era kemerdekaan.

Dr. Suryadi juga menjelaskan bahwa para misionaris tidak hanya berkonsentrasi pada aspek keagamaan, tetapi juga melakukan penelitian ilmiah yang mendalam. Mereka menyusun kamus, mencatat tradisi lisan, flora dan fauna lokal, serta berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat. Sebagai contoh, beberapa penginjil telah menulis kamus dari bahasa daerah ke bahasa Belanda, bahasa Melayu, bahasa Indonesia, bahasa Jerman, dan bahasa lainnya.

Selain itu, Dr. Suryadi juga menyoroti karya-karya terkait yang telah dihasilkan oleh para penginjil pada masa itu. Beberapa kamus bahasa daerah yang telah ditulis oleh para penginjil pada periode kolonial hingga masa kemerdekaan, antara lain kamus Batak, kamus Bugis, kamus Jawa, kamus Minangkabau, dan kamus lainnya. Karya-karya ini menjadi bukti nyata kontribusi para penginjil dalam pengembangan kajian bahasa di Indonesia.

Para peserta kuliah sangat antusias mengikuti penjelasan Dr. Suryadi tentang peran misionaris dan gereja dalam tradisi perkamusan di Indonesia. Mereka menyadari pentingnya memahami sejarah perkembangan kajian bahasa di Indonesia, termasuk kontribusi para misionaris dalam mengembangkan tradisi perkamusan bahasa daerah.

Kuliah ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi para mahasiswa dan peneliti untuk lebih mendalami topik ini dan melanjutkan penelitian yang lebih mendalam mengenai peran misionaris dan gereja dalam tradisi perkamusan di Indonesia. Dengan demikian, upaya untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa-bahasa daerah di Indonesia dapat terus dilakukan dengan lebih baik dan berkelanjutan.

source
https://unair.ac.id