Oalah: Kata Viral yang Masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Baru-baru ini, kata “Oalah” mencuri perhatian publik setelah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Badan Bahasa Kemdikbud mengungkapkan kronologi di balik penambahan kata ini, yang menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Menurut Badan Bahasa Kemdikbud, penambahan kata “Oalah” ke dalam KBBI bermula dari popularitas kata tersebut di kalangan masyarakat, khususnya di media sosial. Fenomena ini menarik perhatian lembaga bahasa untuk menginvestigasi dan mempertimbangkan penambahan kata tersebut dalam edisi terbaru Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Pada awalnya, kata “Oalah” mungkin terasa sebagai ungkapan yang santai dan tidak baku. Namun, Badan Bahasa Kemdikbud menjelaskan bahwa penambahan kata-kata baru ke dalam KBBI adalah refleksi dari perkembangan bahasa yang terus berlangsung, termasuk adaptasi terhadap tren dan kebiasaan komunikasi baru di masyarakat.

Dengan penambahan kata “Oalah” ke dalam KBBI, Badan Bahasa Kemdikbud bertujuan untuk merekam perkembangan bahasa Indonesia secara akurat dan memberikan pengakuan terhadap penggunaan kata-kata yang semakin populer di masyarakat. Hal ini juga dapat membantu memperluas pemahaman tentang ragam bahasa dan budaya di Indonesia.

Meskipun kontroversial bagi beberapa kalangan, penambahan kata “Oalah” ke dalam KBBI menunjukkan responsifnya lembaga bahasa terhadap perubahan dan evolusi bahasa. Ini juga menjadi pengingat bahwa bahasa adalah entitas hidup yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan praktik komunikasi masyarakat.

Dengan demikian, penambahan kata “Oalah” ke dalam KBBI dapat dianggap sebagai langkah yang relevan dalam merekam perkembangan bahasa Indonesia yang dinamis dan inklusif, yang senantiasa mencerminkan realitas kehidupan dan interaksi sosial masyarakat Indonesia.