The Future of Literature: Challenges and Opportunities in the Digital Era

Kembali lagi dengan Humanicast, podcast dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Kali ini kita menghadirkan diskusi menarik tentang masa depan sastra bersama Dr. Listiyono Santoso, Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Budaya.

Dalam diskusi ini, Dr. Listiyono membagikan inspirasi dari postingannya tentang masa depan sastra yang memancing perhatian banyak pihak. Dia menegaskan bahwa postingan tersebut dimaksudkan untuk merangsang tanggapan dan refleksi dari rekan-rekan yang terlibat dalam dunia kesusastraan, terutama di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Salah satu hal yang dibahas adalah stereotip bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya selalu terkait dengan sastra. Dr. Listiyono menegaskan bahwa kesusastraan harus tetap menjadi inti dari aktivitas akademik di FIB UNAIR, meskipun mahasiswa memilih minat dalam bidang linguistik atau sejarah. Kesusastraan merupakan bagian penting dari ilmu budaya yang tidak boleh diabaikan.

Pentingnya membaca karya sastra juga menjadi topik pembahasan. Dr. Listiyono menekankan bahwa membaca sastra bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai sarana untuk merenungkan kehidupan dan memperluas imajinasi. Sastra memainkan peran penting dalam menciptakan refleksi terhadap peristiwa-peristiwa sosial dan pengalaman hidup, serta memperkaya kosakata dan pemahaman akan bahasa.

Perkembangan teknologi, seperti kehadiran kecerdasan buatan (AI), juga dibahas dalam konteks masa depan sastra. Dr. Listiyono melihat teknologi sebagai peluang bagi penulis dan pembaca sastra yang serius untuk menyebarkan karya-karya mereka dengan lebih luas melalui platform digital. Meskipun teknologi memberikan tantangan baru, seperti kemungkinan adanya penulis otomatis, hal ini juga membuka peluang untuk menciptakan karya-karya sastra yang lebih menarik dan mudah diakses.

Di akhir diskusi, Dr. Listiyono memberikan pesan penting bahwa masa depan sastra haruslah mencakup dimensi logis, etis, dan estetis. Sastra tidak hanya tentang menyampaikan pesan secara tepat dan benar, tetapi juga tentang keindahan dan estetika. Masa depan sastra harus menjadi bagian dari peradaban yang indah dan berkesinambungan.

Mari kita terus mengembangkan minat dan apresiasi terhadap sastra. Jadikanlah sastra sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, karena melalui sastra, kita dapat merenungkan, memahami, dan menghiasi peradaban manusia dengan keindahannya.

Jangan lupa untuk terus berkarya melalui sastra, dan tetap pantengin channel YouTube FIB Unair untuk konten-konten menarik lainnya. Sampai jumpa di episode berikutnya, dan selamat berkarya!

Video lengkapnya dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=CGG9qGtp6vc&t=1s

source
https://unair.ac.id