Menjadi Manusia dengan Sastra, Bareng Budi Darma dan Seno GumiraBudi

Darma dan Seno Gumira, dua penulis terkemuka di Indonesia, membagikan wawasan mereka tentang kekuatan sastra dalam membentuk manusia dan masyarakat. Dalam diskusi yang diadakan secara daring, keduanya menyoroti pentingnya kesadaran akan sastra dan kesusasteraan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Budi Darma, sastra tidak hanya tentang cerita atau kata-kata, tetapi juga tentang refleksi manusia tentang kehidupan dan dunia sekitarnya. Ia percaya bahwa sastra memiliki kekuatan untuk merangsang pemikiran, menggugah emosi, dan memperluas persepsi manusia tentang kehidupan. Sastra memungkinkan pembaca untuk melihat dunia dari berbagai sudut pandang dan memahami kompleksitas manusia.

Seno Gumira juga setuju bahwa sastra memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai manusia. Melalui karya sastra, pembaca dapat belajar tentang empati, toleransi, dan kebijaksanaan. Sastra memperkaya batin dan jiwa manusia, memperluas wawasan mereka tentang kehidupan dan memperdalam pemahaman tentang diri sendiri dan orang lain.

Diskusi ini juga menyoroti pentingnya membaca dan mengapresiasi karya sastra dalam masyarakat. Budi Darma dan Seno Gumira menekankan bahwa sastra harus diakses oleh semua orang, bukan hanya oleh kalangan tertentu. Membaca sastra dapat menjadi sarana untuk meningkatkan literasi budaya dan mempromosikan pemahaman lintas budaya.

Dengan berbagai pandangan dan pengalaman yang mereka bagikan, Budi Darma dan Seno Gumira menunjukkan bahwa sastra memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menginspirasi, memotivasi, dan mengubah kehidupan manusia. Melalui karya sastra mereka, mereka berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sadar akan nilai-nilai kemanusiaan dan keindahan sastra.