1 month ago, Posted by: artsas02

Pentas Teater Gapus di Hari Pantomim

Peringatan hari besar bidang seni budaya kembali dirayakan Teater Gapus Surabaya dengan pentas karya. Teater Gapus Surabaya Fakultas Ilmu Budaya( FIB) Universitas Airlangga( UNAIR) mengadakan pertunjukkan pantomim selaku peringatan Hari Pantomim Sejagat pada 22 Maret, tepatnya Selasa

( 22/ 3/ 2022) di pelataran Danau Kampus MERR( C) UNAIR.

Sejarah Pantomim

Bagi Adnan Guntur, penanggung jawab Hari Pantomim Sejagat sekalian aktor Teater Gapus Surabaya, sejarah pantomim bermula dari gerakan inisiatif di segala dunia( World Mime Organization) buat memperingati seni mime( komunikasi non- verbal) pada 22 Maret. Bertepatan pada tersebut pula bersamaan dengan kelahiran maestro mime, ialah Marcel Marceau.

“ Sebab seperti itu Teater Gapus Mau merayakannya( Hari Pantomim Sejagat, Red) serta mau memperkenalkan pantomim di Universitas Airlangga,” katanya.

Lebih lanjut, Adnan menyebut grupnya memilah danau kampus sebab tempat itu jadi pusat aktivitas sivitas akademika UNAIR.“ Kerap jadi tempat pertemuan. Serta, terlebih kampus C kan selaku sentral dari UNAIR. Jadi, lebih baik pentas di sana,” tegasnya.

Pantomin serta Make- Up

Tidak hanya itu, Adnan menarangkan pemakaian make- up dalam pantomim.“ Jadi, make- up pantomim warna dasarnya putih. Terdapat sebagian corak yang dilihat di Indonesia terdapat Septian Dwi Cahyo. Jika di luar itu Marcel Marceau ataupun Charlie Chaplin,” ucapnya.

Terpaut dengan pementasan itu, Sambung Adnan, dipecah jadi 2 sesi. Awal, berkelana di dekat danau dengan berhubungan kepada orang- orang yang melalui. Kedua, melaksanakan pementasan skenario di depan danau.

Sedangkan itu, Marsela, salah seseorang aktor yang tampak dalam perayaan itu, mengatakan pengalamannya kala berpantomim sembari berjalan- jalan.“ Jadi, tadi berupaya memperagakan orang edan. Berhubungan sama tumbuhan, terus pula cocok berjumpa dengan mime( aktor) lain itu silih salam membungkuk, memperagakan salam orang Korea,” ucapnya.

Dalam tahap kedua, Marsela memeragakan anak bandel yang durhaka kepada orang tua.“ Jadi anak nakalnya dimarahi sama orang tua, urakan gitu, jika di depan ibunya kadangkala nurut, tetapi dalamnya senantiasa bandel,” imbuhnya.

Penulis: Affan Fauzan

Editor: Feri Fenoria 


Post Views: 55


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved