2 months ago, Posted by: artsas02

Mengenal Budaya "Beli" Laki-laki dari Adat Pariaman

Di Pariaman diketahui dengan duit japutan( duit jemput), agiah jalang( duit ataupun emas yang diberikan oleh pihak pria dikala pasca perkawinan) serta duit lenyap( duit lenyap). Penafsiran duit jemputan merupakan Nilai tertentu yang hendak dikembalikan setelah itu kepada keluarga pengantin perempuan pada dikala sehabis dicoba kegiatan perkawinan.

Pihak Pengantin Laki- laki hendak mengembalikan dalam wujud pemberian berbentuk emas yang nilainya setara dengan nilai yang diberikan oleh keluarga Pihak Pengantin Perempuan lebih dahulu kepada keluarga Pengantin Laki- laki. Umumnya pemberian ini dicoba oleh keluarga pengantin laki- laki( marapulai) kala pengantin perempuan( Anak Daro) berkunjung ataupun Batandang ka rumah Mintuo.

Apalagi pemberian itu melebih nilai yang diterima oleh pihak Marapulai lebih dahulu sebab ini menyangkut menyangkut gensi keluarga marapulai itu sendiri. Secara teori tradisi bajapuik ini memiliki arti silih menghargai antara pihak wanita dengan pihak pria. Kala pria dihargai dalam wujud duit japuik, hingga kebalikannya pihak wanita dihargai dengan duit ataupun emas yang dilebihkan nilainya dari duit japuik ataupun dinamakan dengan agiah jalang.

Kabarnya, dulu kala, pihak pria hendak merasa malu kepada pihak wanita bila nilai agiah jalangnya lebih rendah dari pada nilai duit japuik yang sudah mereka terima, tetapi saat ini yang terjalin malah kebalikannya. Apalagi dalam perkembangnya timbul pula sebutan yang diucap dengan duit lenyap. Duit lenyap ini ialah pemberian dalam wujud duit ataupun benda oleh pihak wanita kepada pihak pria, yang seluruhnya kepunyaan pria yang tidak bisa dikembalikan.

Bajapuik itu buat menghargai keluarga pihak pria yang sudah melahirkan serta membesarkannya, sehingga kala anak ataupun keponakan mereka menikah serta meninggalkan rumah, mereka tidak merasa kehabisan.

Alasannya, umumnya seseorang anak pria merupakan tumpuan harapan dari keluarganya, sedangkan kala mereka menikah jadi tumpuan harapan keluarga wanita.

Di situlah sebabnya, mengapa pria“ dibeli” di Pariaman buat melaksanakan serta melanggengkan tradisi perkawinan di ranah Minang itu.

www.unair.ac.id


Post Views: 90


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved