4 months ago, Posted by: artsas02

Cublak-Cublak Suweng, Makna dan Nilai Moral di Dalam Liriknya

Lagu/ tembang Cublak Cublak Suweng( tebak- tebak suweng) berasal dari Jawa Timur. Penciptanya merupakan Sunan Giri ataupun Syekh Maulana Ainul Percaya serta terbuat pada 1442 Masehi. Lagu dolanan ialah salah satu wujud tradisi lisan yang dicoba oleh orang Jawa. Tradisi lisan ialah salah satu kearifan lokal yang memiliki pelajaran tersembunyi yang sepanjang ini belum dimengerti warga luas( Wahyuningsih, 2009: 23).

Indonesia ialah Negeri yang kaya hendak nilai budaya. Nilai- nilai tersebut bisa ditemui pada bermacam berbagai aspek kebangsaan di negara ini, salah satunya merupakan game tradisional. Game tradisional ialah game yang dimainkan secara turun- temurun dari generasi ke generasi. Pada biasanya, game tradisional dimainkan oleh sekelompok anak, sehingga terciptalah kebersamaan kala memainkan game tersebut. Tidak hanya itu, dengan terdapatnya game tradisional bisa melatih anak dalam meningkatkan rasa kepedulian diantara sesama( Isnin, 2013).

Butuh dikenal kalau kebudayaan Indonesia spesialnya wilayah pulau Jawa mempunyai banyak perbendaharaan game tradisional yang masih terdapat serta dilestarikan hingga saat ini yang biasa diucap dolanan anak. Di antara sebagian dolanan anak tersebut, terdapat dolanan anak yang dimainkan dengan diiringi lirik ataupun lagu, semacam dolanan Cublak- Cublak Suweng.

Lirik lagu yang mengiringi dolanan anak Cublak- Cublak Suweng pada biasanya terkesan sangat simpel. Hendak namun, bila dilihat lebih mendalam, lirik yang tercantum dalam lagu dolanan Cublak- Cublak Suweng sarat hendak arti. Bisa dikatakan kalau lirik lagu tersebut menguatkan nilai budaya bangsa. Lagu dolanan ialah salah satu wujud karya sastra Jawa yang digunakan kanak- kanak buat bermain.

Sebaliknya penafsiran sastra sendiri merupakan karya manusia yang berbentuk serta refleksi pengarang menimpa kehidupan bermasyarakat. Salah satu hasil karya sastra merupakan berwujud lagu/ tembang. Dalam karya sastra ada ajaran moral. Yang diartikan ajaran moral merupakan nasehat serta amanat menimpa benar- tidaknya perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat( Nurgiyantoro, 2012: 320). Lebih lanjut, ajaran bermanfaat buat manusia yang hidup bermasyarakat dengan metode bertingkah laku serta berlagak baik( Hadiatmaja serta Endah, 2008: 56).

Lagu dolanan dirasa mempunyai arti estetik, musikal serta kultural. Dari segi musikal, lirik serta iramanya berkaitan dengan pertumbuhan musikalitas anak. Dari segi kultural lagu dolanan bisa membagikan ajaran kepada anak supaya disiplin, melindungi harmoni dengan alam, sesama manusia serta orang tua. Mengarahkan lagu dolanan ialah alternatif buat menanggulangi modernisasi yang biasanya menjauhkan anak buat mempunyai moral yang baik( Triyono, 2000: 12).

Dari bermacam sumber sejarah melaporkan kalau lirik/ lagu

dolanan yang bertajuk Cublak- cublak Suweng diciptakan oleh seseorang wali songo ialah Syekh Maulana Ainul Percaya ataupun biasa diketahui dengan Sunan Giri dekat tahun 1442 Masehi. Pada masa itu Sunan Giri menyebarkan Agama Islam di Indonesia spesialnya pulau Jawa lewat jalan kebudayaan. Sebab seperti itu Sunan Giri menghasilkan lirik Cublak- Cublak Suweng yang kesimpulannya di peruntukan lagu dolanan pengiring game tradisional kanak- kanak. Lagu dolanan mempunyai bobot ataupun jatah yang cocok buat diberikan kepada kanak- kanak. Tema yang mengiringi mayoritas merupakan Pembelajaran, sehingga perihal ini lumayan menarik buat dikaji dari sudut pandang Pembelajaran.

Lagu/ tembang Cublak- Cublak Suweng ini kerap dimainkan oleh sekelompok anak wanita antara 3 orang ataupun lebih. Metode game ini merupakan satu orang menunduk serta sahabat yang lain membuka telapak tangan mereka serta meletakkannya di atas punggung sahabat yang menunduk tadi. Setelah itu beramai- ramai mereka menyanyikan lagu Cublak- Cublak Suweng hingga akhir. Game Cublak- Cublak Suweng mempunyai arti filosofi yang dalam sebab ialah salah satu media yang digunakan Walisongo dalam dakwah menyebarkan Islam di Nusantara

Berkaitan dengan pengertian lirik dolanan Cublak Cublak Suweng hingga Penulis berupaya berupaya buat menggali lebih dalam lagi gimana makna serta arti tentang nilai- nilai moral yang tercantum di dalam liriklagu/ tembang

dolanan Cublak Cublak Suweng selaku berikut: Kata suweng pada lagu. tembang ini sangat ditekankan, suweng dimaksud selaku; Suwung, Hening, Sejati ataupun Harta Abadi. Sebaliknya gelenter dalam bahasa Jawa berarti berantakan, sebab sebetulnya harta yang kita cari telah berantakan dipelosok bumi.

Sebaliknya makna dari Gudel merupakan sebutan yang digunakan warga Jawa selaku anak kerbau buat melambangkan orang bodoh. kalimat“ mambu ketundhung gudèl” Bermakna apalagi orang bodoh( sedikit pembelajaran) mencari harta duniawi tersebut dengan penuh nafsu ego, aksi korupsi, jual beli jabatan tujuannya buat mencari kebahagiaan sesaat. Orang bodoh tersebut semacam orang tua ompong yang lagi kebimbangan( Pak empo lera- lere). Walaupun berlimpah harta, tetapi bukan harta ataupun kebahagiaan abadi. Mereka kebimbangan serta senantiasa risau sebab dipahami oleh keserakahannya sendiri. Sopo ngguyu Ndhelikake dimaksud siapa tertawa ia yang menyembunyikan.

Memiliki pesan kalau siapa yang bijaksana, merekalah yang menciptakan kebahagian abadi yang hakiki. Mereka merupakan orang orang yang tersenyum dalam menempuh tiap cerita hidup, meski terletak hidup tengah- tengah dunia yang penuh keserakahan. Sir( hati nurani/ suara hati) pong dhele kopong( kedelai kosong tanpa isi). Artinya hati nurani yang kosong. Buat hingga kepada kebahagiaan abadi wajib menjauhi dari kecintaan kepada kekayaan duniawi, rendah hati, tidak menyepelehkan orang lain, dan senantiasa melatih kepekaan Sir/ hati nuraninya.

Arti lirik yang tercantum pada lirik Cublak- Cublak Suweng merupakan buat mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu namun seluruhnya kembali ke hati nurani yang bersih. Tidak dipengaruhi hawa nafsu. Dengan hati nurani hendak lebih gampang menciptakan kebahagian, serta tidak tersesat jalur sampai kurang ingat hendak akhirat. Dari segi kultural lagu dolanan Cublak- Cublak Suweng bisa membagikan ajaran kepada anak supaya tidak menuruti hawa nafsu, melindungi harmoni dengan alam, sesama manusia serta Orang Tua..

Dilihat dari uraian di atas bisa dijabarkan kalau nilai moral yang tercantum dalam lirik lagu dolanan Cublak- Cublak Suweng ialah: ajaran moral ikatan manusia dengan Tuhan, ajaran moral ikatan manusia dengan manusia, ajaran moral ikatan manusia dengan dirinya sendiri, serta ajaran moral ikatan manusia dengan alam. Buat menggapai kebahagiaan yang sejati, wajib dapat mengatur hawa nafsu.

www.unair.ac.id


Post Views: 102


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved