1 month ago, Posted by: artsas02

Arti Tarian Perempuan Bugis

Tari pakarena ialah salah satu dari 5 tari klasik Sulawesi Selatan yang sangat populer. Tari tradisional nusantara yang lahir serta tumbuh dalam kultur serta tradisi di wilayah Gowa, Takalar, Jeneponto, serta Bulukumba, ini mempunyai sejarah yang unik. Gerakan tari pakarena terbentuk dari gerakan- gerakan puteri khayangan yang turun ke bumi. Penduduk asli Gowa yakin dulu terdapat sekelompok puteri khayangan yang turun ke bumi dengan misi mengarahkan wanita bumi pelajaran kewanitaan, semacam berhias serta menenun. Kedua pelajaran tersebut, misalnya, terlihat jelas dalam gerakan tari pakarena yang diucap dengan sanrobeja serta angani.

Tari pakarena dipentaskan oleh wanita yang terdiri dari 2 baris. Masing- masing baris terdiri dari 3 hingga 5 orang. Bersumber pada perkembangannya, perihal tersebut tidak lagi jadi pakem dalam tari pakarena. Dalam panggung kontemporer, misalnya, jumlah penari pakarena disesuailkan dengan besar- kecilnya panggung. Walaupun demikian, terdapat satu guna penari yang tidak boleh berganti, ialah punggawa pakarena. Punggawa pakarena ialah salah seseorang yang bertugas selaku pemimpin. Penari ini diisyarati dengan senantiasa memukul genrang selama pementasan.

Dilihat dari segi kostum, pada biasanya penari pakarena memakai pakaian bodo bercorak merah. Para penari dilengkapi dengan bermacam aksesori, semacam tokeng( kalung), bangkara( anting), karro- karro tedong( gelang), silepe( ikat pinggang), kutu- kutu( hiasan kepala), kipas, pinang goyang di bagian kepala, serta sarung sutera yang rupanya disesuaikan dengan warna pakaian.

Dulu, ada peraturan menyangkut warna pakaian penari pakarena. Warna pakaian bodo merah cuma dikenakan oleh kalangan bangsawan, sebaliknya buat golongan di luar istana menggunakan warna hijau. Namun saat ini, penari pakarena leluasa memastikan warna pakaian bodo yang hendak digunakan.

Tari pakarena diiringi musik dinamis serta menghentak yang bersumber dari suara gendang ataupun gentang ataupun genrang. Tidak hanya itu, ada alunan perlengkapan musik tradisional lain semacam suara pui- pui serta percuma. Pui- pui ialah perlengkapan musik yang dibuat dari kayu jati. Bagian pangkalnya memakai besi serta diselipkan potongan janur selaku penghasil bunyi. Sedangkan, percuma ialah perlengkapan musik bambu yang bagian ujungnya diberi celah sehingga menciptakan bunyi yang nyaring.

Walaupun diiringi oleh musik dengan ritme yang menghentak serta bergairah, gerakan tari pakarena senantiasa gemulai serta luwes. Perihal itu jadi kekhasan sekalian sisi menarik dari tari pakarena. Tari pakarena menggambarkan wanita yang lembut, mewakili watak wanita asli Bugis yang sopan, setia, serta senantiasa menghormati laki- laki– dengan senantiasa sanggup buat mandiri. 

https://www.unair.ac.id


Post Views: 79


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved