3 months ago, Posted by: artsas02

Empat Hal yang Harus Kamu Perhatikan Jika Ingin Bikin Film Sejarah

Para sineas harus memperhatikan empat hal jika ingin membuat film bergenre sejarah, yakni riset sejarah, pemilihan tokoh, konten cerita, dan segmentasi pasar.

Bambang Aris Kartika, doktor kajian film Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengatakan, film genre sejarah atau biopik wajib menjaga akurasi kebenaran sejarah serta menjaga faktualisasi sejarah biografi. Ini karena film genre sejarah juga bisa menjadi sarana afirmasi politik.
Bambang menunjukkan bagaimana film Sang Kiai yang bermula dari adaptasi novel Penakluk Badai menjadi bukti peran aktif Kiai Hasyim Asy’ari dan kiai-kiai lain dalam revolusi Indonesia.

“Melalui film Sang Kiai, kini masyarakat tahu peran Kiai Hasyim Asy’ari beserta para kiai lainnya kala revolusi kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya peran beliau hanya diketahui kalangan Nahdliyin. Padahal jasanya sungguh besar bagi kemerdekaan Indonesia,” kata Bambang, dalam acara webinar NGONTRAS#1 (Ngobrol Nasional Metasastra) bertema ‘Komodifikasi Sastra dan Film’ yang digelar oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (Hiski) Komisariat Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (14/8/2021).

Namun, sineas perlu juga memunculkan tokoh yang memiliki arti bagi penonton, sambil tetap mempertimbangkan estetika film. Bambang mencontohkan adanya tokoh Harun dalam film Sang Kiai. “Tokoh Harun berperan aktif melawan penjajah Jepang, bahkan terlibat dalam peristiwa tewasnya komandan Inggris, Brigadir Jenderal AWS Mallaby. Padahal tokoh Harun ini fiktif. Tapi dimunculkan agar filmnya menjadi menarik,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej.

Bambang juga mengatakan, sineas perlu memunculkan puncak-puncak dramatisasi peristiwa sang tokoh sebagai produk hiburan di sisi konten cerita. Terakhir film bergenre sejarah dan film biopik sebagai sebuah produk komersial harus mempertimbangkan segmentasi pasar agar menangguk laba. “Seperti film Sang Kiai yang ditujukan bagi nahdliyin, Sang Pencerah untuk kalangan Muhammadiyah atau Soegija untuk kalangan Katolik,” katanya.


Post Views: 105


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved