11 months ago, Posted by: artsas02

Karya-Karya Sastra Angkatan Pujangga Baru

            Setelah beberapa karya dari angkatan balai pustaka setelah itu terbitlah karya angkata pujangga baru. Angkatan pujangga baru pun muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka. Jenis sastra pujangga baru tergolong sastra intelektual,nasionalistis dan elitis. Terbit di kisaran tahun 1930-1940an. Tokoh-tokoh pada masa pujangga baru yang cukup populer dengan karya-karyanya seperti Amir Hamzah, Amijn Pane, Sutan Takdir Alisjahbana. Berikut ulasan 4 karya yang termasuk dalam angkatan pujangga baru:

1. Dian Tak Kunjung Padam (STA)

Novel ini mengisahkan tentang roman. Kisah cinta antara Molek dan Yasin yang tak dapat dipersatukan karena status sosial. Novel ini terbitan pada tahun 1932 ditulis oleh Sutan Takdir Alisjahbana (STA) terbitan Balai Pustaka.

2. Belenggu (Armijn Pane)

Novel ini mengisahkan tentang kisah cinta segitiga antara dokter, istrinya dan temannya. Novel ini  pun termasuk novel psikologi pertama di Indonesia. Diterbitkan pada tahun 1940.  Novel ini pun diilhami oleh teori psikoanalis Sigmund freud.

3. Nyanyi Sunyi ( Amir Hamzah)

Merupakan sebuah kumpulan puisi yang terdiri dari 24 puisi berjudul dan prosa lirik. Puisi ini lebih menekankan pada aspek tuhan, hubungan-Nya dengan manusia dan aspek kemanusiannya itu sendiri. Ditulis pada sekitar tahun 1937. Koleksi puisi Nyanyi Sunyi pun diperkirakan diilhami oleh kisah perjodohan Amir Hamzah.

4. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (Hamka)

Novel ini ditulis oleh Hamka pada tahun 1939. Novel ini berkisah kurang lebih sama dengan ketiga novel sebelumnya mengenai kisah cinta yang tak dapat bersatu hingga berujung kematian. Dilatarbelakangi adat minangkabau. Dalam novel ini Hamka mengkritik adat dimana saat itu budaya kawin paksa sering terjadi.

 

Sumber: Wikipedia.org, windmanggada.blogspot.com

 


Post Views: 1476


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved