1 year ago, Posted by: artsas02

Feminisme

             Ada banyak teori sastra sebelumnya telah dibahas dua teori sastra. Selanjutnya berlanjut pada teori feminisme. Teori feminis ini merupakan sebuah alat bagi kaum wanita untuk memperjuangkan hak-haknya demi memperoleh kesetaraan dan kedudukan dengan pria dalam bidang politil, sosial, dan ekonomi.  Jika dalam penelitian sastra pendekatan ini digunakan sudut pandang yang seharusnya digunakan peneliti iala reading as women atau membaca sebagai wanita, agar tumbuh kesadaran bahwa perbedaan jenis kelamin akan mempengaruhi pemaknaan cipta sastra.

            Lahirnya teori feminisme adalah pada awal abad ke 20 yang dipelopori oleh Virginia Woolf dalam bukunya yang berjudul  A Room for One’s Own (1929). Teori feminis erat kaitannya dengan konflik kelas dan ras, khususnya konflik gender dan umumnya dikaitkan dengan emansipasi.

            Munculmya teori feminism di Indonesia dipelopori oleh A Teew yaitu seorang pakar sastra Indonesia asal Belanda. Adanya latar belakang seperti politil, sosial, dan ekonomi yang memunculkan kelahiran feminism di Indonesia.  Permasalahan perempuan biasanya erat kaitannya dengan kesetaraan gender (emansipasi) dan dekonstruksi sistem penilaian karya sastra yang biasanya hanya dilihat dari sudut laki-laki.  

           Salah satu tokoh teori penting feminis ialah Luce Irigaray lahir di Belgia 3 Mei 1930 merupakan salah astu tokoh feminis yang terkenal. Ia menolak argumentasi Freud dan menolak dominasi laki-laki. Salah satu feminis di Indonesia adalah Ayu Utami. Ia merupakan sastrawan muda perempuan dan merupakan pejuang feminis dari karya-karyanya yang membicarakan persoalan perempuan.

Sumber : rabithahsarisiregar.wordpress.com

 


Post Views: 184


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved