1 year ago, Posted by: artsas02

Sosiologi Sastra

Sebagai peneliti yang menekuni bidang disiplin ilmu sastra, tentunya sama seperti disiplin ilmu lain yang memiliki beberapa teori sebagai pengupas sebuah penemuan. Ilmu sastra memiliki beberapa teori yang dapat dijadikan sebagai pisau menganalisis suatu karya sastra. Teori yang dapat digunakan peneliti bermacam-macam di antaranya seperti strukturalisme, strukturalisme genetik. Psikologi sastra, resepsi, sosiologi sastra dan masih banyak yang lainnya.

            Kali ini membahas teori sosiologi sastra yang cukup sering digunakan peneliti sebagai teori yang digunakan untuk bahan karya sastra sebagai obyek penelitiannya. Pertama, pengertian sosiologi sastra sendiri ialah studi tentang hubungan karya sastra dengan masyarakat. Hubungan dalam arti ini dapat menjadi dua arah yaitu bagaimana konteks sosial memengaruhi penulis dalam membangun imajinasi penulis serta bagaimana implikasi karyanya terhadap kehiduan sosial.

            Lantas apa hubungan karya sastra dengan kehidypan yang luas? Dalam kajian teori sosiologi sastra memahami aspek dan implikasi yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat secara luas.  Karya sastra tidak semata dikarang fiksi atau hanya buah imajinasi seorang pengarang. Banyak karya sastra yang dibuat karena kondisi sosial masyarakat pada karya dibuat sehingga teori sosiologi sastra tepat untuk dijadikan sebuah pisau untuk smenganalisis sebuah karya sastra yang memiliki aspek dan implikasi dari kehidupan masyarakat. Contoh dalam hal ini adalah karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang mayoritas karya beliau selalu berhubungan dengan kehidupan masyarakat luas.Tentang sosial lain.

Sumber : sosiologis.com


Post Views: 148


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved