1 year ago, Posted by: artsas02

Narit Maja, Peribahasa Khas Aceh

               Aceh merupakan bagian paling barat Indonesia. Tentunya, budaya yang beraneka ragam dan selalu berhubungan dengan aspek islami tak asing lagi. Salah satunya Narit maja. Narit maja merupakan sebuah tradisi sastra lisan bisa dikatakan sebagai peribahasa yang sarat nilai-nilai keislamannya. Narit maja hidup dan berkembang di masyarakat Aceh berfungsi sebagai pengendalian pranata sosial dan penyampaian pesan moral.

              Narit maja biasanya mengandung pesan-pesan islami. Selain Qur’an dan Hadis, masyarakat Aceh berpedoman pada Narit maja karena terdapatnya nilai-nilai positif yang diwariskan melalui tradisi sastra lisan tersebut. Berikut beberapa contoh Narit maja yang mengandung pesan-pesan positif.

Tulak tong tinggai tem. yang berarti dorong tong, tinggal kaleng. Peribahasa ini memiliki makna bahwa dalam usaha dagang jual beli setelah diperkirakan laba rugi dalam hal ini tidak ada yang diuntungkan. Tetapi hanya mencukup modal saja.

La ila haillallah, kalimat taibah payongpagee. Sou nyang afai kalimah nyan, seulamat iman dalam hate La ila haillah, kalimat taubah payung dan pagar. Peribahasa ini memiliki makna siapa yang dapat menghafal kalimat itu, selamat iman dalam hati. Seorang hamba Allah yang taat pada perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, akan diberikan balasan yang setimpal di hari kiamat sesuai dengan amal perbuatannya.

Abeh nyawong Tuhan tung abeh areuta hukom pajoh (Habis nyawa, Tuhan yang ambil. Habis harta hukum yang makan). Memiliki makna bahwa apapun yang kita lakukan, siapapun kita, dimanapun kita berada pada akhirnya kita akan dipanggil menghadap Tuhan.

Nah masih banyak sekali peribahasa khas Aceh yang mengandung pesan positif dan moral yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya tak hanya Aceh. Kita dapat belajar melalui sastra Aceh tersebut. Ciri khas lain ada disini.

 

Sumber : tribunnews , rumoehcae.wordpress


Post Views: 206


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved